Berhubung dengan
sultan Mohammad Tsafiuddin II telah berusia lanjut, maka pada tanggal 4
Desember 1922 sultan tersebut diangkat dan digelar yang Dipertuan, dan pada
saat itu juga dinobatkan untuk penggantinya yaitu Pangeran Paku Negara dengan
gelaran sultan Mohammad Ali Tsafiuddin II sebagai sultan yang ke 14. Selama
sultan Mohammad Ali Tsafiuddin II memerintah banyak pula pembangunan negeri
Sambas yang dilaksanakan antara lain diusahakannya menggali terusan segerunding
serta menggali lebih dalam terusan Kota Bangun dan “Sapu”, demikian pula
mendirikan sekolah-sekolah madrasah.
Sedangkan ayahnya, yaitu yang
dipertuan Mohammad Tsafiuddin II karena penyakit tuanya pada tanggal 12
September 1924 telah wafat dengan tenangnya. Sultan Mohammad Ali Tsafiuddin II
beristrikan Ratu Sultan Zohara dan memperoleh seorang putera bernama Raden
Abubakar Aria Diningrat kemudian digelar dengan nama Pangeran Kusuma Indra.
Setelah puteranya bersekolah di Sambas kemudian dilanjutkan lagi di Jakarta.
Sebelum puteranya cukup dewasa, maka pada tanggal 9 Oktober 1926 sultan Mohammad
Ali Tsafiuddin II itupun wafat.
Penulis : H.
Uray Djalaloeddin Yusuf Dato Ronggo
0 Response to "Sultan Sambas Yang Ke-14"
Posting Komentar