Latest News

Sultan Kerajaan Sambas Yang Ke-15

Sultan Sambas pada waktu itu masih belum ada yang ditunjuk dan ditentukan pengganti sultan oleh Goebernemen, disebabkan puteranya sultan Mohammad Ali Tsafiuddin II itu sedang bersekolah di Jakarta dan belum waktunya diangkat menjadi sultan, maka pada tanggal 10 Oktober 1926 pemerintahan kerajaan untuk sementara waktu dikendalikan oleh sebuah badan majelis kerajaan yang terdiri dari:
1. Controleur Sambas Van Der Valden sebagai Leider.
2. Pangeran Bendahara Laksamana Rd. Mohaddan masing-masing sebagai anggota.
3. Demag Sambas Rd. Tach Mid Pandji Anom sebagai Advisseue.

Dan selanjutnya pada tanggal 1 Mei 1931 dinobatkan pangeran Ratu Nata Wijaya menjadi Sultan Sambas dengan gelaran Sultan Mohammad Ibrahim Tsafiuddin sebagai sultan yang ke 15 dan menurut perkembangan sejarah pula, sultan yang ke 15 inilah kiranya sultan yang terakhir memerintah negeri Sambas, disebabkan dengan datangnya bala tentara Jepang ke Indonesia dan timbul Revolusi Kemerdekaan Negara Republik Indonesia, maka lambang daripada kerajaan Sambas sudah dikatakan hilang disebabkan dengan terbunuhnya sultan oleh kerajaan tentara pendudukan Jepang, dan majunya negeri Sambas dari tahun-tahunyang silam hingga sekarang. Adapun sultan Mohammad Ibrahim dengan permaisurinya Ratu Sultan Seri Negara mempunyai seorang putera bernama Raden Mohammad Thaufik yang kemudian bergelar Pangeran Ratu dan 4 orang putera lainnya yaitu: Raden Berti, Raden Marijan, Raden Aisyah, dan Raden Asmara.

Penulis : H. Uray Djalaloeddin Yusuf Dato Ronggo

0 Response to "Sultan Kerajaan Sambas Yang Ke-15"