1. Controleur
Sambas Van Der Valden sebagai Leider.
2. Pangeran
Bendahara Laksamana Rd. Mohaddan masing-masing sebagai anggota.
3. Demag Sambas
Rd. Tach Mid Pandji Anom sebagai Advisseue.
Dan selanjutnya
pada tanggal 1 Mei 1931 dinobatkan pangeran Ratu Nata Wijaya menjadi Sultan Sambas
dengan gelaran Sultan Mohammad Ibrahim Tsafiuddin sebagai sultan yang ke 15 dan
menurut perkembangan sejarah pula, sultan yang ke 15 inilah kiranya sultan yang
terakhir memerintah negeri Sambas, disebabkan dengan datangnya bala tentara
Jepang ke Indonesia dan timbul Revolusi Kemerdekaan Negara Republik Indonesia,
maka lambang daripada kerajaan Sambas sudah dikatakan hilang disebabkan dengan
terbunuhnya sultan oleh kerajaan tentara pendudukan Jepang, dan majunya negeri
Sambas dari tahun-tahunyang silam hingga sekarang. Adapun sultan Mohammad
Ibrahim dengan permaisurinya Ratu Sultan Seri Negara mempunyai seorang putera
bernama Raden Mohammad Thaufik yang kemudian bergelar Pangeran Ratu dan 4 orang
putera lainnya yaitu: Raden Berti, Raden Marijan, Raden Aisyah, dan Raden
Asmara.
Penulis : H.
Uray Djalaloeddin Yusuf Dato Ronggo
0 Response to "Sultan Kerajaan Sambas Yang Ke-15"
Posting Komentar