Latest News

Sejarah Sambas : Sejarah Pangeran Anom Menyerang Banjarmasin

Sejarah Sambas Konon kabarnya, jika tidak ada hal-hal yang penting benar, sangat jarang pangeran Anom itu kembali ke Sambas. Kadang-kadang dua atau tiga tahun lamanya beliau mengembara kesana kemari dan umumnya disekitar negerinya. Apabila telah merasa puas dengan cara demikian, maka beristirahatlah beliau ke pulau lemukutan, karena pulau tersebut adalah sangat strategis untuk mengintai musuh, disamping udaranya yang menyegarkan. Dipulau itulah beliau mengabdi, memperkaya ilmu kebatinan dan semangatnya yang bergelora untuk melawan bajak-bajak laut yang ganas bersimaharajalela. Pada tahun 1789, beliau pergi menyerang banjarmasin untuk menuntut balas sakit hati ayahnya dengan dibunuhnya seorang ulama yang bernama Imam Jacoeb. Oleh karena itu beliau diperintah oleh Sultan Umar Akamuddin ke Banjarmasin. Singkatnya dalam penyerangan ini Pangeran Anom berhasil mendapat kemenangan yang gilang gemilang.

                Kembali kepada asal usulnya terbunuhnya Imam jacoeb berdasarkan catatan sejarah yakni dikala mana Imam jacoeb diperintah oleh sultan Umar Akamuddin II untuk berlayar ke jawa dengan membawa bundaran emas yang akan dibuat Djamang pada pandai emas disana, sekembalinya ia dan teman-teman dari tanah jawa maka perahunya dilanda angin ribut yang menyebabkan terdampar dipantai Banjarmasin. Disitu ia dibunuh dan segala perhiasan djamang emaspun dirampas. Demikianlah setelah menang pertempuran yang terjadi di Banjarmasin, maka pangeran Anom pun kembali ke benteng pertahanannya lemukutan. Akan tetapi ditengah perjalanan, kapalnya berjumpa dengan sebuah kapal perang Inggris (Company merek Cendana).

Sejarah Sambas Kapal perang East Indian Company dalam pada itu tidak diberi kesempatan untuk membalas dan diserang bertubi-tubi. Bunyi dentuman meriam, suara pekik gemuruh dan dari angkatan Pangeran Anom nan gagah perkasa yang mengakibatkan kapten Cendana bertekuk lutut. Setelah kejadian peristiwa diatas Pangeran Anom pun selanjutnya menyerang Negara Mempawah dimana disaat itu sedang berkuasa Penambahan Upu’ Menambun. Penyerangan ini ialah persoalan sengketa tapal bataskerajaan yang berakhir dengan kekalahan dari negeri Mempawah sehingga kedua belah pihak lalu membuat perjanjian.

Penulis : H. Uray Djalaloeddin Yusuf Dato Ronggo

0 Response to "Sejarah Sambas : Sejarah Pangeran Anom Menyerang Banjarmasin"