Bertalian dengan
keadaan tersebut maka Sultan Umar Akamuddin II menganjurkan kepada sidang
keluarga sultan, dengan menunjuk pangeran Anom supaya diangkat menjadi Putera
Mahkota untuk menggantikannya nanti, meskipun dikala itu ia masih mempunyai
saudara muda seibu sebapak ialah Raden Samba.
Diceritakan hanya Raden Paasu
sewaktu Sultan Umar Akamuddin II (Ayahnya) masih megah dan jaya memerintah
negerinya, ia telah diangkat dan digelar oleh ayahnya dengan nama Pangeran
Anom. Dimasa umurnya meningkat remaja, ia telah menceburkan diri di kalangan
pelaut, dari pergaulan itulah ia mendapat berbagai ilmu pengetahuan baik untuk
dunia maupun ilmu akhirat dan juga ilmu gaib, sihir, gagah, kebal,silat,dan
sebagainya. Oleh sebab itulah namanya semakin terkenal sebagai seorang pahlawan
ahli pelaut yang ulung dan juga sebagai seorang pahlawan yang tangkas dan gagah
berani. Setiap saat ia siap sedia mengorbankan dirinya untuk kejayaan negerinya
serta rakyat Sambas. Pada akhir abad ke-17 Pangeran Anom dengan beberapa perahu
layar dan dilengkapi dengan alat-alat senjata telah berlayar mengarungi
samudera luas menuju lautan cina, jawa, selat malaka, dan lain-lain, dengan
maksud menjaga agar jangan ada perahu musuh atau perampok yang akan memasuki
kuala sungai Sambas.
0 Response to "Pahlawan Sambas Keturunan Sultan Umar Akamuddin II Berpindah Kepada Pangeran Anom"
Posting Komentar