Latest News

Keturunan Sultan Umar Akamuddin II (Sultan Yang Kelima) Disahkan Sebagai Keturunan Yang Mempusakai Kerajaan



Berkenaan dengan tingkat susunan para Sultan dan wakil-wakil sultan yang berhubungan mengenai tradisi dan persetujuan keluarga Sultan, menurut sepanjang riwayat yang dapat diperhatikan dalam silsilah resmi Kerajaan Sambas, bahwa Zuriat dari pancaran Sulatn Umar Akamuddin II (Sultan yang kelima) telah diakui penuh dan disahkansebagai turunan yang lurus untuk turunan menjadi Sultan. Selain daripada itu berhak mempunyai kerajaan Sambas oleh persetujuan lengkap dari seluruh keluarga sultan saat itu.

Ketika baginda sultan yang kelima itu mengendalikan pemerintahannya terjadilah suatu peristiwa sedih diceritakan oleh yang punya cerita bahwa pada waktu itu telah dilantik puteranya yang sulung untuk penggantinya dengan gelar Sultan Muda Ahmad Tajuddin. Akan tetapi malang, sultan muda itu tidak panjang umurnya dan ia wafat mendahului ayahandanya, sehingga tidak meninggalkan zuriatnya. Kemudian ketika sultan yang kelima itu mangkat, maka dilantik puteranya yang kedua dengan gelar Sultan Abu Bakar Tajuddin I (Sultan yang ketujuh).

Sultan yang ketujuh ini hanya mempunyai seorang putera yaitu Raden Atung. Kemudian Sultan Abu Bakar Tajuddin I melantik puteranya yang satu-satunya itu menjadi putera mahkota dengan diberikan gelar Sultan muda Ahmad. Ketika itu juga diangkat untuk menjadi wazir kerajaan ialah Raden Pasu. Dengan gelar Pangeran Bendahara Seri Maharaja dan yang menyebutkan dirinya dengan nama Pangeran Anom.

Sedangkan Raden Semar diangkat menjadi Pangeran Temenggung Jaya Kusuma. Sebagaimana deketahui, putera mahkota inilah yang kelak akan menjadi Sultan pengganti ayahandanya. Dalam pada itu rupanya maksud baginda Sultah hanya cita-cita belaka, karena putera mahkota tersebut tiba-tiba menderita sakit yang sangat berat dan kemudian membawa kepada mautnya dengan tidak ada meninggalkan seorang puterapun, melainkan hanya beberapa puteri saja. Oleh karena itu dengan sendirinya putuslah zuriat turunan sultan yang ketujuh tersebut.

Adapun sakit yang diderita sultan tersebut adalah bengkak diantara leher dan telinga yang sampai kini orang Sambas menyebutnya penyakit Bangkak Raje, kadang disebut juga oleh orang Sambas Kanna’ Gane.

Penulis : H. Uray Djalaloeddin Yusuf Dato Ronggo

0 Response to "Keturunan Sultan Umar Akamuddin II (Sultan Yang Kelima) Disahkan Sebagai Keturunan Yang Mempusakai Kerajaan"