Kerajaan Sambas Setelah beberapa
lama tahun lamanya Sultan Mohammad Tadjuddin I mengendalikan negeri Sambas,
senantiasa berjalan dengan baik, adil dan aman. Oleh karena telah lanjut
umurnya, maka Sultan Mohammad Tadjuddin I wafat. Untuk penggantinya
dinobatkanlah puteranya yang sulung Raden Meliau dengan gelar Sultan Umar
Akamuddin I (Sultan yang ketiga). Konon kabarnya selama Sultan Akamuddin I
menjadi Sultan menjalankan pemerintahannya sangat baik, adil dan bijaksana.
Selain daripada itu Sultan tersebut sangat kokoh memegang peraturan Agama Islam
sehingga kezaliman pada waktu itu memang tidak ada di dalam pemerintahannya.
Setelah Sultan Akamuddin I wafat maka diganti oleh puteranya Raden Bungsu
dengan gelar Sultan Abu Bakar Kamaluddin (Sultan yang keempat) dan seterusnya
setelah beliau wafat digantikan oleh puteranya yang bernama Raden Jamak dengan
gelar Sultan Akamuddin II (Sultan yang kelima).
Pada masa Sultan Akamuddin II memerintah, maka telah terjadi hal-hal yang genting bagi Negeri Sambas yaitu dengan terjadinya perkumpulan dari tambung emas kongsi Tionghoa yang berpusat di Lara Lumar (Bengkayang dan Monterado), SUNGKIO JONG (Singkawang) yang dengan serentak telah memberontak dan akan menyerang Ibu negeri Sambas. Hal lainnya ialah timbul ketegangan perselisihan mengenai tapal batas antara Kerajaan Negeri Sambas dengan Kerajaan Mempawah. Tetapi berkat kebijaksanaan Sultan Umar Akamuddin II, maka kedua hal ini dapat didamaikan sehingga setitik darahpun tidak tertumpah. Adapun Sultan Umar Akamuddin II itu mempunyai tiga orang permaisuri dan beberapa istri gundiknya.
Pada masa Sultan Akamuddin II memerintah, maka telah terjadi hal-hal yang genting bagi Negeri Sambas yaitu dengan terjadinya perkumpulan dari tambung emas kongsi Tionghoa yang berpusat di Lara Lumar (Bengkayang dan Monterado), SUNGKIO JONG (Singkawang) yang dengan serentak telah memberontak dan akan menyerang Ibu negeri Sambas. Hal lainnya ialah timbul ketegangan perselisihan mengenai tapal batas antara Kerajaan Negeri Sambas dengan Kerajaan Mempawah. Tetapi berkat kebijaksanaan Sultan Umar Akamuddin II, maka kedua hal ini dapat didamaikan sehingga setitik darahpun tidak tertumpah. Adapun Sultan Umar Akamuddin II itu mempunyai tiga orang permaisuri dan beberapa istri gundiknya.
Dari ketiga permaisuri
tersebut, Sultan memperoleh lima orang putera. Kelima puteranya tersebut terus
menjadi Raja di Kerajaan Sambas, diantaranya tiga orang yang menjadi warisan
Sultan dan dua orang lainnya hanya menjadi wakil Sultan, yaitu:
1. Raden Ahmad,
dilantik menjadi sultan muda Ahmad Tajuddin (Sultan yang keenam)
2. Raden
Menteri, dilantik menjadi Sultan Abu Bakar Tajuddin I (Sultan yang ketujuh)
3. Raden Pasu,
dilantik menjadi Sultan Mohammad Syafi’uddin (Sultan yang kedelapan)
4. Raden Sambas,
dilantik menjadi wakil Sultan dengan gelar Usman Kamaluddin (Sultan yang
kesembilan)
5. Raden Semar,
dilantik menjadi wakil Sultan dengan gelar Sultan Umar Akamuddi III (Sultan
yang kesepuluh).
0 Response to "Para Sultan Kerajaan Sambas Seterusnya"
Posting Komentar