Latest News

Sejarah Kapal Perang Inggris, Siak, Dan Indrapura Menyerang Negeri Sambas



Sejarah Sambas Dalam tahun 1799 dimana Pangeran Anom pulang ke Sambas untuk beristirahat, maka datanglah angkatan perang dari SiakSri Indrapura menyerang negeri Sambas yang dikepalai oleh Raja Ismail. Dengan adanya serangan ini, maka timbullah suatu pertempuran hebat . Banyak tentara-tentara yang kurban termasuk panglima-panglima dari kedua pihak, negeri Sambas saat itu masih dikepalai oleh Pangeran Anom yang gagah perkasa itu dan pertempuran ini berakhir dengan kekalahan besar dari pihak yang menyerang, untuk kesekian kalinya Pangeran Anom bintang kemenangan. Selanjutnya pada tahun 1792 kira-kira dua tahun berselang dari penyerangan yang pertama, berangkatlah untuk kali yang kedua untuk angkatan perang Siak yang langsung dipimpin oleh Sultan Siak sendiri Sultan Said (Sarif Ali) dengan jumlah besar, maka terjadilah pertempuran jangka panjang oleh karena kedua belah pihak sama-sama kuat dan berani walaupun Siak mengarahkan para panglima dan kesatrianya yang gagah berani, namun negeri Sambas tetap utuh dan tetap pada keharusannya. Selanjutnya pada tahun 1792 datanglah bantuan atas pihak siak dimana permaisuri Sultan Said ikut serta dengan membawa pahlawan-pahlawan termasyur yang didatangkan dari kerajaan Aceh pimpinan Panglima Aru.

Menurut Sejarah Sambas yaitu riwayat saingan panglima Aru yang sebanding dengan pahlawan negeri Sambas disaat itu adalah Lawang Tjandi yang berakhir dengan kekalahan panglima Aru. Bila permaisuri dari Siak itu melihat bahwa panglima Aru telah mati, maka bersamaan dengan matinya panglima Aru, melompatlah permaisuri ke gelanggang pertempuran laksana seekor singa keluar dari kurungan. Pertarungan hebat terjadi, tangkis menangkis, tikam-menikam berbalas balasan. Tapi ketangkasan Serian di Siak ini tak akan melemahkan pahlawan-pahlawan Sambas yang senantiasa siap menantang, walaupun tidak sedikit pahlawannya yang gugur dan melarikan diri ketempat perlindungan. Demi pangeran Anom melihat atas kejadian itu, bukan main panas hatinya. Dengan serta merta ketika itu beliau menambahkan sebuah peluru yaitu sebuah peluru ciptaannya sendiri yang dilaksanakan dengan muakkal, membayangkan Jisin halus (Ji-hin bernama Bujang Danor).

                Penaka petir menyambar, peluru itu mengenai sasarannya sehingga permaisuri Siak yang gagah berani itu menerima ajalnya. Bilamana permaisuri itu telah meninggal dunia ditengah-tengah medan pertempuran , maka berpecah belahlah pasukan negeri Siak yang akhirnya kalah dan kembali bersama Sultan Said Ali dan Said Mustafa, para pengikut dan panglimanya, kecuali panglima Dato’ Sambo, hulubalang Dato Sambo dan pengikutnya yang tetap tinggal di negeri Sambas berbakti dibawah Pangeran Anom.

Penulis : H. Uray Djalaloeddin Yusuf Dato Ronggo

0 Response to "Sejarah Kapal Perang Inggris, Siak, Dan Indrapura Menyerang Negeri Sambas"