Latest News

Asal Muasal Lahirnya Tan Nunggal dan cerita pulau lemukutan



Tang nunggal, dengan kezalimannya menjadi sangat terkenal,  kejam serta tidak mepunyai belas kasihna kepada siapapun juga, apalagi terhadap orang-orang yang tidak disukainya atau Orang yang bersalah. Tanpa ada penyelidikan terlebih dahulu, jika orang itu dianggap bersalah maka ia akan segera ditangkap dan dihukum sesuka hatinya, sampai kepada hukuman mati. Tidak ada seorang pun yang dapat menghalangi keinginannya.

Siapa sebenarnya tan nunggal itu? Ia adalah seorang laki-laki yang giginya seperti gigi “labi-labi” (tunggal). Ia ditemukan oleh ratu muda sambas pada tahun 1296 tatkala ratu berziarah ke pulau lemukutan dan pulau kabung beberapa tahun berselang sejak peristiwa sambas diserang majapahit. 

Sementara yang empunya cerita, menceritakan bahwa asal mula pulau lemukutan adalah kata dari Lay Muk Tan. Seorang pelaut cina yang gagah berani dan perkasa, yang dipercayakan oleh raja cina untuk mengawal dan menjaga puterinya yang sedang menderita penyakit Po Lay Kho (lepra), suatu penyakit yang memang ditakuti pada masa itu. orang yang menderita penyakit ini harus dibunuh, namun ini menyangkut anak raja, lalu diusahakan dengan jalan lain, setelah raja dan permaisurinya tidak dapat menemukan cara penyembuhannya, mereka menemui dukun yang disebut Suhu atau taypak, dengan jalan ber-Lhok Thung, yaitu dengan meminta bantuan roh halus. Mereka mendapat petunjuk bahwa untuk dapat mengobati tuan puteri Cina ini maka haruslah ditempatkan di daerah paling strategis yaitu di datarang tinggi pulau yang tersebar di dunia tepatnya di pulau kalimantan sebelah barat. Tempatnya di sungai betung. Kesanalah putri cina ini diantar cukup dengan bekalannya selain makanan sehari- hari, serta banyak lagi barang kesayangan putri tersebut, seperti kipas dan kantong uang emas yang disebut duit Ke’ P’jing dan sebagainya. Selain itu juga dayang-dayang, dan para pendekar cina untuk menjaga puteri tersebut secara bergantian selam dirawat disana, untuk menanti sambil menunjuk jalan.

Akhirnya Lay muktan menemukan sebuah pulau yang tidak ada penghuninya yang sekarang dikenal dengan pulau lemukutan. Disanalah ia menunggu selama berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Memang beberapa bulan kemudian perahu “wang-kang” cina masuk ke lautan indonesia cukup dengan bekal barang dan makanan untuk tuan puteri yang sedang menderita sakit leiko tersebut. Tentunya mereka tidak dapat bertatap muka, karena mereka tahu bahwa penyakit itu bisa menular.

Sebelum dibawa ke sungai betung, barang tersebut ditumouk terlebih dahulu di pulau lemukutan, seperti cabe, tebu, bambu. Barang barang tersebut ditanam di pulau tersebut oleh lay muk tan, maka tumbuhlah antara lain lada cina, peranggi (labu cina), tebu hongkong, petai cina, dan bambu tongsan serta banyak lagi lainnya. Konon katanya pulau tersebut bernama lemukutan karena berasal dari nama LAY MUK TAN. Namun ada juga yang mengatakan bahwa pulau ini selalu ditanam padi tapi selalu tidak subur dan tidak bisa menjadin beras (gagal panen) sehingga hancur menjadi “mukut”, maka dari itu pulau ini disebut pulau lemukutan.

Dari pulau inilah lay muk tan kemudian melaporkan kepada baginda raja bahwa di pulau tempat ia tinggal ada bunyi suara bayi jika menjelang malam hari, di tempat rumpun bambu pulau tersebut. Bersama pengiringnya ratu muda berangkat menuju pulau tersebut. Setelah sampai disana maka diambilnya bambu (aor tongsan) itu yang diduga ada makhluk di dalamnya. Bambu itu dibawa pulang oleh ratu. Setelah dibelah di istana, ternyata keluarlah seorang bayi laki-laki mungil yang hanya memiliki gigi satu. Sejak itu lah ia diberi nama Tang nunggal, yang artinya gigi satu (tunggal) seperti gigi “labi-labi”. Ia diasuh bersama putera ratu dengan kasih sayang pula. Hingga dewasa Tang Nunggal tetap memiliki postur tubuh yang tegap dan mengagumkan.

Asal kata tang nunggal berasal dari bahasa sambas, yaitu : “tang” berarti hanya dan “nunggal” berarti tunggal/satu.


Penulis : H. Uray Djalaloeddin Yusuf Dato Ronggo

0 Response to "Asal Muasal Lahirnya Tan Nunggal dan cerita pulau lemukutan"