Pemasangan wifi di tempat-tempat umum termasuk
rumah ibadah, dal hal ini masjid, dalam rangka membentuk Bandung sebagai Smart
City oleh Pemkot Bandung telah menuai kontroversi. Baik buruknya dampak yang
tercipta dari pemasangan wifi di rumah ibadah ini kembali lagi pada sebijaksana
apa pengguna wifi itu sendiri.
Sejak awal kepemimpinan sebagai Walikota
Bandung, Ridwan Kamil, telah mencanangkan bahwa akan ada 5000 titik di seluruh
pelosok Kota Bandung yang akan dipasangi wifi sehingga diharapkan titik-titik tersebut
dapat menjadi tempat-tempat berkumpulnya warga Bandung khusus tempat-tempat
umum, seperti Balai RW, taman kota, ruang-ruang terbuka, jalan, pasar
tradisional hingga rumah-rumah ibadah.
Pemasangan wifi ini merupakan bentuk kerja sama
Kota Bandung dengan PT. Telkom dalam rangka mewujudkan Bandung sebagai smart
city. Smart city merupakan konsep kota dimana kota dilengkapi dengan koneksi
terintegrasi sehingga dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang dan mampu
memberikan dampak efektif serta praktis dalam pengelolaan kota. Singkatnya, konsep
ini bertujuan untuk mempermudah segala pekerjaan dengan memanfaatkan
konektivitas tinggi dari pemanfaatan teknologi informasi.
Pertengahan November lalu, 15 November 2013,
Ridwan Kamil telah meresmikan Program Internet Juara di Masjid Jami Muhajirin yang
berada di Kelurahan Pasir Endah, Kecamatan Ujung Berung Bandung. Sekaligus
menjadikan masjid ini masjid pertama yang difasilitasi wifi secara gratis oleh
Pemkot Bandung. Tujuannya adalah agar anak-anak tidak perlu ke warnet untuk
mendapatkan koneksi internet, cukup dengan ke masjid saja dengan pengawasan
penggunaan wifi yang dilakukan oleh pengurus DKM. Yang menjadi pertanyaannya
adalah perlukah masjid sebagai rumah ibadah difasilitasi wifi juga?
Berbagai pendapat telah mewarnai keputusan wifi
masuk masjid ini, ada yang pro dan sebagian lagi menyatakan kontra. Melalui
jejaring sosial Twitter, Farhat Abbas, pengacara kondang menyatakan
ketidaksetujuannya atas pemasangan wifi di rumah ibadah. “Walikota Bandung !
Jangan Ganggu Masjid ! Jangan Usik Masjid ! #akuindonesia” tulis
@farhatabbaslaw, 19 November 2013 lalu. Banyak yang mendukung pernyataan Farhat
Abbas, tapi tak sedikit pula yang kontra terhadap twit tersebut. Pada dasarnya
pemasangan wifi di masjid ini bertujuan agar masyarakat dapat menikmati indahnya
dunia maya secara gratis walau di rumah ibadah sekalipun. Baik dan buruknya
dampak wifi di masjid ini kembali lagi pada setinggi atau serendah apa tingkat
kebijaksanaan pengguna wifi itu sendiri. Termasuk pengguna yang bagaimanakah
Anda?

0 Response to "Saat Wifi Masuk Masjid "
Posting Komentar