Betapapun merajalelanya kezaliman pasti juga mempunyai
keterbatasan, kekuasaan yang tak manusiawi pasti akan berakhir dan hancur.
Diam-diam, para menterinya memperhatikan gerak geriknya serta mencari kelemahan-kelemahan
yang ia miliki. Akhirnya mereka menemukan titik lemah yang ada pada dirinya.
Ketika ia menghidap penyakit bengkak pada kaki (gane / untut), sehingga ia
tidak bisa berjalan dan hanya tetap si tempat pembaringan. Nah ketika itulah kesempatan baik yang
dimanfaatkan oleh para menterinya untuk menumbangkannya.
Para menterinya berpendapat bahwa nasib buruk rakyat harus
ditangkal segera dari cengkraman kekejaman tang nunggal. mereka sepakat, bulat air karena pembulu, dan tang nunggal
harus dibunuh mati. Para menteri pun mendapat bantuan dari hulu balang raja.
Maka bertindaklah empat orang menteri antara lain adalah datok galah yang
sanggup menyingkirkan tang nunggal itu. Disampaikanlah kepada tang nunggal
berita bahwa negeri sambas telah diserang musuh dan pertempuran sedang
berkecamuk, banyak penduduk sambas yang terbunuh dan kemungkinan besar sambas
akan mengalami kekalahan total. Demikianlah laporan dari para menteri itu yang
hanya merupakan siasat belaka.
Tang nunggal, setelah mendengar berita tersebut menjadi
bingung. Diperintahkannya supaya dirinya dibawa jauh-jauh dari keraton. Maka
keempat menterinya supaya dirinya dibawa jauh-jauh dari keraton. Maka keempat
menterinya pun tidak menyia-nyiakan peluang yang berharga ini. Mereka siap dengan
sebuah perahu serta sebuah keranda terbuat dari kayu besi dimana tang nunggal
dimasukkan didalamnya dengan ditutup rapat agar tidak kelihatan oleh musuh. Di
dalam perahu itu disediakan beberapa buah tempurung kelapa yang ditelungkupkan
dan diberi air agar keras bunyi suaranya saat perahu sedang berjalan nanti.
Demikianlah tang nunggal dibawa dan nasibnya kini berada ditangan menterinya
sendiri.
Sekali-kali terdengarlah suara atau bunyi tempurung yang
mereka telungkupkan itu. Tang nunggal selalu bertanya, suara apakah gerangan
wahai para menteri? Menteri pun menjawab, itulah suara meriam musuh yang sedang
menghampiri keraton. Tang nunggal memerintahkan agar berdayungnya lebih
dipercepat dan bila sampai ke tempat tujuan supaya dirinya ditinggalkan saja. Setibanya
di sebuah sungai kecil, yaitu kuala sabung, keranda tang nunggal kemudian
dijatuhkan kedalam air yang setengah kering dengan kayu penahan disebelah kiri
kanannya agar apabila air pasang keranda tersebut tidak goyang lagi.
Demikian lah akhir hidupnya, tang nunggal mati lemas didalam
peti pada tahun 1345.
Penulis : H. Uray Djalaloeddin Yusuf Dato Ronggo
0 Response to "Cerita Tan nunggal disingkirkan dan dibunuh"
Posting Komentar