Latest News

Cerita Tan nunggal disingkirkan dan dibunuh



Betapapun merajalelanya kezaliman pasti juga mempunyai keterbatasan, kekuasaan yang tak manusiawi pasti akan berakhir dan hancur. Diam-diam, para menterinya memperhatikan gerak geriknya serta mencari kelemahan-kelemahan yang ia miliki. Akhirnya mereka menemukan titik lemah yang ada pada dirinya. Ketika ia menghidap penyakit bengkak pada kaki (gane / untut), sehingga ia tidak bisa berjalan dan hanya tetap si tempat pembaringan.  Nah ketika itulah kesempatan baik yang dimanfaatkan oleh para menterinya untuk menumbangkannya.

Para menterinya berpendapat bahwa nasib buruk rakyat harus ditangkal segera dari cengkraman kekejaman tang nunggal. mereka sepakat,  bulat air karena pembulu, dan tang nunggal harus dibunuh mati. Para menteri pun mendapat bantuan dari hulu balang raja. Maka bertindaklah empat orang menteri antara lain adalah datok galah yang sanggup menyingkirkan tang nunggal itu. Disampaikanlah kepada tang nunggal berita bahwa negeri sambas telah diserang musuh dan pertempuran sedang berkecamuk, banyak penduduk sambas yang terbunuh dan kemungkinan besar sambas akan mengalami kekalahan total. Demikianlah laporan dari para menteri itu yang hanya merupakan siasat belaka.

Tang nunggal, setelah mendengar berita tersebut menjadi bingung. Diperintahkannya supaya dirinya dibawa jauh-jauh dari keraton. Maka keempat menterinya supaya dirinya dibawa jauh-jauh dari keraton. Maka keempat menterinya pun tidak menyia-nyiakan peluang yang berharga ini. Mereka siap dengan sebuah perahu serta sebuah keranda terbuat dari kayu besi dimana tang nunggal dimasukkan didalamnya dengan ditutup rapat agar tidak kelihatan oleh musuh. Di dalam perahu itu disediakan beberapa buah tempurung kelapa yang ditelungkupkan dan diberi air agar keras bunyi suaranya saat perahu sedang berjalan nanti. Demikianlah tang nunggal dibawa dan nasibnya kini berada ditangan menterinya sendiri.

Sekali-kali terdengarlah suara atau bunyi tempurung yang mereka telungkupkan itu. Tang nunggal selalu bertanya, suara apakah gerangan wahai para menteri? Menteri pun menjawab, itulah suara meriam musuh yang sedang menghampiri keraton. Tang nunggal memerintahkan agar berdayungnya lebih dipercepat dan bila sampai ke tempat tujuan supaya dirinya ditinggalkan saja. Setibanya di sebuah sungai kecil, yaitu kuala sabung, keranda tang nunggal kemudian dijatuhkan kedalam air yang setengah kering dengan kayu penahan disebelah kiri kanannya agar apabila air pasang keranda tersebut tidak goyang lagi.
Demikian lah akhir hidupnya, tang nunggal mati lemas didalam peti pada tahun 1345.

Penulis : H. Uray Djalaloeddin Yusuf Dato Ronggo

0 Response to "Cerita Tan nunggal disingkirkan dan dibunuh"