Teapi pada waktu pemerintahan Ratu Gipang anak dari ratu yang
lama, upeti ke negeri Johor itu sudah berhenti. Dikarenakan pada tahun 1365 Ratu
Sambas pernah mengutus beberapa orang kiyai dan orang-orang terkemuka ke negeri
johor guna menyerahkan upeti tersebut. Didalam rombongan tersebut terdapat
orang kiyai seperti : Bangkisari, Bangkirai, Tan Panimbul dan Tan Panimbang.
Setibanya di johor rombongan ini mendapat cemoohan dari para panglima johor,
sehingga kiyai bangkisai dan bangkirai tidak dapat lagi menahan amarahnya,
apalagi saat bangkisai hendak menanak nasi tiba-tiba kehabisan api.
Sejarah Kerajaan Sambas Di tepi pelabuhan
tersebut, ada seorang tukang besi sedang menyalakan api yang memerah membakar
kayu besi. Tukan besi itu dengan congkaknya mengambil bara api yang sedang
memerah itu dengan tangannya dan menggenggamnya lalu ia serahkan kepa
bangkisai, namun dengan senyum sambil
bergerak terkisai-kisai lalu diambilnya sapu tangan dan ditengadahkannya
menyambut bara api tersebut dan sapu tangan tersebut tidak terbakar oleh bara
api yang panas tersebut. Namun demikian mereka masih juga diperolokkan karena
merasa malu dengan menyinsing lengan baju dan menghunus keris parang badouk serta bangkisai pun
mengamuk kesana kemari.
Banyak korban berjatuhan akibat tusukan kidal bangkisai dan
bangkirai itu. Kemudian naik pula tan panimbul melompat ke ruang istana
ksebelah kanan menyebabkan istana miring sebelah. orang-orang yang berada di
istana johor merasa takut dan gempar. Untunglah Tan Panimbang segera datang dan
berdiri seraya berkata; abou-abou,
baiya’-baiya’ disebelah kiri Istana
sehingga istana yang miring tadi dapat tegak kembali. Sejak itulah upeti dari
negeri sambas telah dihapuskan dan negeri sambas termasyhur pula karena keempat
menteri tadi.
Penulis : H. Uray Djalaloeddin Yusuf Dato Ronggo
0 Response to "Sejarah Kerajaan Sambas dibawah kekuasaan Negeri Johor"
Posting Komentar