Latest News

Pengaruh Game Online pada Pendidikan Remaja


Game online lebih banyak memberikan pengaruh negatif pada pendidikan remaja. Banyak remaja yang sudah kecanduan permainan ini tak lagi punya semangat belajar. Bahkan beberapa dari mereka sudah membiasakan diri untuk bolos sekolah.

Pengaruh Game Online pada Pendidikan RemajaSetelah Nintendo dan Playstation, kini giliran game online yang mendapat tempat di hati remaja, terutama anak usia SMP – SMA. Usia-usia saat psikis mereka masih labil dan mudah dipengaruhi. Perkembangan dunia maya yang semakin luas menyebabkan mereka cenderung lebih sering “berselancar” di sana. Parahnya lagi kebiasaan itu mereka gunakan untuk bermain saja. Game online dapat mengganggu pendidikan remaja karena permainan ini bersifat adiktif atau memberi efek candu. Akibatnya, remaja yang telah mengenalnya tidak mudah berpaling dan meninggalkannya begitu saja.

Imbasnya, pendidikan da prestasi belajar mereka jadi terganggu. Tak sedikit remaja yang prestasi belajarnya menurun karena terlalu sering bermain game online. Bahkan, beberapa remaja tersebut yang notabene masih pelajar sudah berani membolos hanya untuk menghabiskan waktu dan uang mereka di warnet dengan fasilitas game online. Di rumah yang menyediakan fasilitas internet, orang tua pun merasa kewalahan menyuruh anaknya belajar karena sudah kecanduan game online.

Kebiasaan buruk tersebut jika terlalu lama dibiarkan akan membuat remaja benar-benar kehilangan minatnya pada pendidikan. Mereka hanya akan berpikiran untuk bermain game saja. Di samping kecanduan, mereka merasa bebas dari beban sekolah pada saat bermain game. Hal tersebut secara perlahan-lahan akan mencuci otak mereka bahwa pendidikan adalah hal yang tidak perlu selama mereka bisa bersenang-senang saja. Bayang saja jika buah hati Anda sudah memiliki pemikiran seperti itu. Akan sangat sulit membujuk mereka untuk serius belajar dan meningkatkan prestasinya.

Pada dasarnya, bermain game online itu tidak sepenuhnya salah. Setiap orang pasti merasa jenuh dengan rutinitas sehari-hari yang menguras tenaga dan pikiran mereka. Permainan ini bisa menjadi salah satu alternatif untuk melepas penat dan meregangkan syaraf-syaraf yang tegang sehabis berkegiatan. Tetapi porsi bermainnya yang perlu diwaspadai. Jika kebutuhan bermain malah mengalahkan kewajiban sehari-hari, itu sudah masuk dalam kebiasaan jelek. Apalagi kalau sudah kecanduan. Sehari saja tidak memegang stick game, rasanya sudah kehilangan semangat hidup. Hal inilah yang menyebabkan remaja menjadi sulit untuk memprioritaskan pendidikannya.

0 Response to "Pengaruh Game Online pada Pendidikan Remaja"