Permainan-permainan
tradisional memiliki nilai posotif, misalnya anak menjadi banyak bergerak
sehingga terhindar dari masalah obesitas anak. Sosialisasi mereka dengan orang
lain akan semakin baik, karena dalam permainan dimainkan oleh minimal dua anak.
Selain itu, dalam permainan berkelompok mereka juga harus menentukan strategi,
berkomunikasi dan bekerja sama dengan anggota tim.
Kendalanya
adalah terbatasnya lapangan dikota-kota besar, sementara banyak permainan yang
memerlukan arena yang luas. Kendala besar lainnya adalah larangan dari orang
tua. Mereka takut anak-anak mereka terluka, kotor atau kulit anak menjadi
terbakar karena bermain di lapangan terbuka. Hasilnya, banyak orang tua yang
memberikan mainan elektronik yang disukai anak. Padahal permainan ini cendrung
membuat anak sulit bersosialisasi sehingga anak menjadi pemalu, penyendiri dan
individualistis. Juga makin banyak anak menjadi obesitas karena kurang
bergerak.
Memberi
kebebasan secara seimbang untuk anak bermain bersama teman-temannya dapat
memberikan nilai positif. Bermain dapat menjadi sarana belajar dan
mengembangkan nilai EQ pada anak. Tetapi, tentu saja harus dalam pengawasan dan
memberi batasa waktu yang jelas agar
tidak semua waktu digunakan untuk bermain,
Jika
anda belum pernah mengenal permainan tradisional tersebut, coba tanyakan kepada
orang tua andaberbagai jenis permainan yang seru dan bernilai positif tersebut.
Jika anda sering bermain permainan tersebut dimasa kecil, ajarkan permainan
yang mungkin belum diketahui anak sembari anda bernostalgia saat memainkan
permainan tersebut saat masih kecil. Sesekali anda juda dapat ikut bermain
sehingga hubungan anda dan anak semakin dekat.
Mengenang
permainan anak yang biasa dimainkan
saat masih kecil merupakan kenangan indah yang lucu. Beberapa permainan yang
mungkin anda mainkan saat masih kecil misalnya:Enggrang, Tarik Upeh, Gedong, Kopon, Cangkelelet, dan Hom pim pah
dan masih banyak permainan menarik lainnya. Mari kita telusuri satu persatu Permainan tradisional masyarakat Sambas
yang mungkin kita mainkan saat masih anak-anak klik disini
Untuk
permainan tradisional lainnya seperti: Gasing, Lomba karung, Galah hadang,
Terompah panjang/bakiak, Engrang, tampaknya hampir sama se Kalimantan Barat.
Mengingat
begitu besarnya fungsi permainan tradisional adalah sosialisasi dan
internalisasi, maka diperlukan adanya upaya yang mengarah ke arah pelestarian
permainan itu sendiri, sehingga anak generasi penerus bangsa ini secara turun
temurun mempunyai “Rasa Memiliki” terhadap permainan tradisional sehingga
eksistensinya tetap terjaga serta tak punah karena kemajuan arus budaya global.
Sumber Literature : Budaya Sambas
Gemilang Tempo Dulu
0 Response to "PERMAINAN TRADISIONAL DAERAH SAMBAS KAL-BAR"
Posting Komentar