sistem operasi UEFI hadir sebagai penyempurnaan dari sistem BIOS. Sistem BIOS yang sudah 30 tahun ini akan digeser oleh UEFI yang memiliki beragam kelebihan. Meski masih dalam tahap perkembangan, namun UEFI bisa tepercaya untuk sistem booting Anda.
Pernahkah Anda
memperhatikan tampilan Boot Leader dari PC Anda pada saat pertama kali booting?
Tampilan yang biasa Anda lihat itu merupakan sebuah sistem yang melakukan
setting secara sederhana dari hardware yang berhubungan dengan PC tersebut.
Tampilan yang sangat sederhana ini disebut dengan BIOS. Teknologi ini telah
digunakan selama 30 tahun dan terus mengalami perubahan. Teknologi BIOS selama
ini memiliki peranan yang sangat penting karena menjadi informasi yang pertama
kali dilalui saat masuk sistem Booting. Tetapi sayangnya teknologi ini memiliki
tingkat rawan disalahgunakan sehingga mengancam hardware.
Karena alasan
itulah maka para vendor membuat teknologi terbaru yaitu UEFI yang disinyalir
sebagai pengganti BIOS. Teknologi UEFI ini dianggap memiliki tingkat keamanan
yang lebih baik. Selain itu juga memiliki tampilan User Interface yang lebih
baik pula, sehingga proses booting menjadi lebih cepat. Sebenarnya UEFI pertama
kali diperkenalkan pada tahun 2006. Microsoft memberikan dukungan dengan
menggunakannya di software Windows 2008, dan sekarang UEFI sudah terinstal di
sistem terbarunya, Windows 8.
Sejak saat
itulah teknologi UEFI semakin berkembang meskipun belum secara penuh mengganti
BIOS, karena bentuk-bentuk sederhana BIOS masih digunakan. UEFI memiliki
beberapa kelebihan bila dibandingkan dengan BIOS. Pertama, UEFI bisa melakukan
proses addressing hard drives berkapasitas 9.1 zetabytes. Kedua, kemampuan
booting yang lebih cepat daripada BIOS. Hal ini bisa menghemat energi pada
komputer Anda. ketiga, prosesnya menjaga keamanan yang lebih baik sehingga bisa
menekan fitur keamanan dari OS bajakan.
Keunggulan
keempat adalah UEFI bisa melakukan koneksi ke interne sehingga bisa langsung
memonitoring kondisi hardware komputer Anda dari jarak jauh tanpa menyalakan
sistem operasinya. Jika proses booting mengalami kegagalan, maka bisa langsung
terdekteksi oleh server UEFI ini. Dengan kelebihan-kelebihan tersebut,
sangatlah wajar jika UEFI mendapat tempat di hati pengguna PC. Meski usianya
masih terbilang muda, jelas tak bisa dibandingkan dengan usia BIOS, namun UEFI
bisa menjadi standar tersendiri bagi proses booting. Selain Microsoft, Linux
juga mulai menggunakan sistem operasi ini pada produknya.

0 Response to "Teknologi UEFI Sebagai Pengganti BIOS Pada Komputer"
Posting Komentar