Stalking, alias perilaku ala mata-mata khas anak muda masa kini menjadi sesuatu yang tak bisa dipisahkan dari kehidupan remaja. Seperti hal lain pada umumnye, kegiatan seperti ini bisa berdampak positif maupun negatif bagi pelakunya (baca : stalker). Hal iniiah yang perlu menjadi perhatian apakah kegiatan tersebut harus diteruskan atau justru harus segera dihentikan.
Dampak lain yang ditimbulkan dari
kecanggihan teknologi dan informasi serta kemudahan dalam mengakses internet
adalah perilaku stalking. Perilaku
ini merupakan perilaku ala mata-mata khas anak muda masa kini. Media yang
digunakan stalker (pelaku stalking) untuk memata-matai objeknya
pun beragam, terutama melalui akun jejaring sosial objek yang menjadi target
mata-mata. Dalam penggunaannya, berbagai alasan dikemukakan mengapa perilaku
memata-matai ini harus dilakukan, terutama oleh anak muda yang notabene melek internet.
Motif dari perilaku stalking ini pun cukup beragam, tapi
pada intinya terfokus untuk memantau kehidupan pribadi target yang terlihat
dari timeline jejaring sosial yang
dimiliki target. Pergi kemana, apa saja yang dilakukan, sedang berhubungan
dekat dengan siapa, apa yang sedang dirasakan, dan masih banyak hal lainnya
yang biasanya menjadi perhatian dari si stalker.
Objek yang menjadi target mata-mata pun tidak mesti orang yang sudah dikenal
oleh pemata-mata (stalker),
orang-orang dari masa lalu, dan bisa saja orang yang belum dikenal sekalipun
maupun publik figur yang menjadi idola. Intinya adalah orang-orang yang menarik
perhatian dari stalker dan
menimbulkan rasa ingin tahu yang tinggi.
Sebenarnya perilaku ini bukanlah
perilaku yang menyimpang ataupun menjadi ancaman bagi orang yang dimata-matai,
dengan catatan kegiatan stalking ini
tidak menimbulkan kerugian apapun bagi si target. Dampak dari kegiatan stalking ini pun beragam, bisa ke arah
positif maupun negatif. Apabila membuat pelaku stalking menjadi lebih temotivasi dan berubah ke arah lebih baik
lagi maka kegiatan ini tidak menjadi masalah. Misalnya, seorang remaja yang
mengidolakan idola yang merupakan pribadi yang berprestasi dan berperilaku
positif maka remaja tersebut akan terbawa ke arah positif pula.
Namun akan berdampak negatif dan harus
dihentikan jika perilaku memata-matai ala detektif khas anak muda masa kini ini
mengakibatkan kecanduan sehingga malas melakukan apapun, dan mengubah
kepribadianseseorang, terlebih jika membuat down dan rendah diri. Misalnya ketika
melihat akun instagram milik seseorang yang lebih cantik, lebih kaya, dan lebih
supel, stalker merasa tidak ada
apa-apanya dibanding orang tersebut.

0 Response to "Stalking : Perilaku Ala Mata-Mata Khas Anak Muda Masa Kini"
Posting Komentar