Perbankan Elekronik atau E-banking yang yang
saat ini dikenal dengan internet banking merupakan suatu cara melakukan
transaksi, pembayaran, dan juga transaksi lainnya menggunakan internet dan
akses pada website milik bank dengan dilengkapi sistem keamanan. Hal ini
merupakan penerapan teknologi informasi yang saat ini terus berkembang dan dapat
dimanfaatkan guna menjawab keinginan para nasabah perbankan yang ingin servis cepat,
aman, nyaman serta tersedia setiap saat yang dapat diakses baik dari HP, laptop
dan sebagainya.
Namun kini pengguna E-banking perlu berhati-hati menggunakan fitur transaksi melalui media internet.
Hal ini disebabkan adanya laporan dari
perusahaan yang mengungkapkan, telah lebih dari sekitar 200ribu sistem
aktivitas banking telah terinfeksi oleh Trojan yang tercatat pada kuartal ketiga
2013. Berdasar pada laporan dari riset oleh Trend Micro, infeksi Trojan yang
terjadi pada sistem E-banking ini semakin bertambah jumlahnya jika dibandingkan
pada kuartal tiga yang terjadi tahun lalu. Tercatat pada Q3 di tahun 2012,
terdapat 132ribu pada sistem banking yang telah terinfeksi Trojan dan pada
laporan yang tercatat tahun ini telah meningkat lebih banyak yakni di atas 70
ribu infeksi melalui Trojan.
Malware yang memiliki nama Trojan Zeus ini merupakan Virus yang paling banyak dijumpai pada infeksi sistem banking.
Negara-negara yang paling banyak terinfeksi
oleh Malware ini adalah Amerika Serikat dengan tingkat infeksi 23 persen, dan
yang kedua yaitu Brasil 16 persen, lalu Jepang 12 persen, kemudian India 6
persen, serta Australia 3 persen. Selain Zeus, malware lainnya yang memiliki nama
Worm_Downad.ad kini kerap melakukan infeksi pada bermacam-macam sistem banking
yang terjadi pada kuartal terakhir.
Tetapi jumlah sistem yang terinfeksi tak
terlalu banyak bila dibandingkan dengan Zeus serta menurun dari sejumlah 509
ribu kini menjadi sekitar 345 ribu. Sedangkan perangkat lain yang kini tengah
menjadi target favorit bagi malware tersebut yaitu pada berbagai perangkat
dengan basis Android. Tercatat hingga kini perangkat yang telah terinfeksi hingga
satu juta perangkat. Dan sekitar 55 persen perangkat Android terinfeksi malware
di kuartal terakhir 2013.
ternyata meskipun
menjanjikan kemudahan dan kenyamanan yang lebih, disisi lain E-Banking memiliki
resiko yang cukup besar apabila terinfeksi oleh Malware. Oleh karena itu sebisa
mungkin anda menggunakan Antivirus terupdate pada perangkat anda atau
meluangkan waktu lebih untuk bertransaksi langsung di Bank terkait guna
meminimalisir terjadinya infeksi Malware.

0 Response to "Hati-Hati, terdapat 200 Ribu Malware yang telah mengiInfeksi Aktivitas Banking"
Posting Komentar